Jangan sakiti Istrimu dengan dangkalnya pemahaman..
Islam mengajarkan kekerasan dalam berumah tangga... benarkah, alangkah baiknya, kita pelajari dulu, kenapa islam menyuruh suami untuk memukul istri, kan kasihan sang istri.. "seorang suami memukuli istrinya sampai pingsan" sungguh ironis dan Sungguh Tidak benar ajaran Islam menyuruh melakukan tindakan tidak beradab itu. Rasulullah Saw. dalam sebuah haditsnya bersabda, 'La tadhribu imaallah!'67 Maknanya, 'Jangan kalian pukul kaum perempuan!' Dalam hadits yang lain, beliau menjelaskan bahwa sebaik-baik lelaki atau suami adalah yang berbuat baik pada isterinya.68 Dan memang, di dalam Al-Qur'an ada sebuah ayat yang membolehkan seorang suami memukul isterinya. Tapi harus diperhatikan dengan baik untuk isteri macam apa?Dalam situasi seperti apa? Tujuannya untuk apa? Dan cara memukulnya bagaimana? Ayat itu ada dalam surat An-Nisa, tepatnya ayat 34:
"Sebab itu, maka Wanita yang saleh ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu kuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." Jadi seorang suami diperbolehkan untuk memukul isterinya yang telah terlihat tanda-tanda nusyuz."
"Nusyuz adalah tindakan atau perilaku seorang isteri yang tidak bersahabat pada suaminya. Dalam Islam suami isteri ibarat dua ruh dalam satu jasad. Jasadnya adalah rumah tangga. Keduanya harus saling menjaga, saling menghormati, saling mencintai, saling menyayangi, saling mengisi, saling memuliakan dan saling menjaga.
Isteri yang nusyuz adalah isteri yang tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga dan memuliakan suaminya. Isteri yang tidak lagi komitmen pada ikatan suci pernikahan. Jika seorang suami melihat ada gejala isterinya hendak nusyuz, hendak menodai ikatan suci pernikahan, maka Al-Qur'an memberikan tuntunan bagaimana seorang suami harus bersikap untuk mengembalikan isterinya ke jalan yang benar, demi menyelamatkan keutuhan rumah tangganya. Tuntunan itu ada dalam surat An-Nisaa ayat 34 tadi.
Di situ AlQur'an memberikan tuntunan melalui tiga tahapan,
*** Pertama, menasihati isteri dengan baik-baik, dengan kata-kata yang bijaksana, kata-kata yang menyentuh hatinya sehingga dia bisa segera kembali ke jalan yang lurus. Sama sekali tidak diperkenankan mencela isteri dengan kata-kata kasar. Baginda Rasulullah melarang hal itu. Kata-kata kasar lebih menyakitkan daripada tusukan pedang. Jika dengan nasihat tidak juga mempan, Al-Qur'an memberikan jalan kedua.
***kedua, yaitu pisah tempat tidur dengan isteri. Dengan harapan isteri yang mulai nusyuz itu bisa merasa dan interospeksi. Seorang isteri yang benar-benar mencintai suaminya dia akan sangat terasa dan mendapatkan teguran jika sang suami tidak mau tidur dengannya. Dengan teguran ini diharapkan isteri kembali salehah. Dan rumah tangga tetap utuh harmonis. Namun jika ternyata sang isteri memang bebal. Nuraninya telah tertutupi oleh hawa nafsunya. Ia tidak mau juga berubah setelah diingatkan dengan dua cara tersebut barulah menggunakan cara ketiga,
***ketiga yaitu memukul. nah disinalah para laki-laki sering salah tafsir,
Yang sering tidak dipahami oleh orang banyak adalah cara memukul yang dikehendaki Al-Qur'an ini. Tidak boleh sembarangan. Suami boleh memukul dengan syarat:
------- Pertama, telah menggunakan dua cara sebelumnya namun tidak mempan. Tidak diperbolehkan langsung main pukul. Isteri salah sedikit main pukul. Ini jauh dari Islam, jauh dari tuntunan Al-Qur'an. Dan Islam tidak bertanggung jawab atas tindakan kelaliman seperti itu.
--------Kedua, tidak boleh memukul muka. Sebab muka seseorang adalah segalanya bagi manusia. Rasulullah melarang memukul muka.
--------Ketiga, tidak boleh menyakitkan. Rasulullah Saw. bersabda, 'Bertakwalah kepada Allah dalam masalah perempuan (isteri). Mereka adalah orang-orang yang membantu kalian. Kalian punya hak pada mereka, yaitu mereka tidak boleh menyentuhkan pada tempat tidur kalian lelaki yang kalian benci. Jika mereka melakukan hal itu maka kalian boleh memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan (ghairu mubrah).
Dan kalian punya kewajiban pada mereka yaitu memberi rizki dan memberi pakaian yang baik.'69 Para ulama ahli fiqih dan ulama tafsir menjelaskan kriteria 'ghairu mubrah' atau 'tidak menyakitkan' yaitu tidak sampai meninggalkan bekas seperti memar, tidak sampai membuat tulang retak, dan tidak di bagian tubuh yang berbahaya jika kena pukulan. Dengan menghayati benar-benar kandungan ayat suci Al-Qur'an itu dan makna hadits-hadits Rasulullah itu akan jelas sekali seperti apa sebenarnya ajaran Islam. Apakah seperti yang dituduhkan dan diopinikan di Barat yang menghinakan wanita? Apakah tuntunan mulia seperti itu, yang bertujuan menyelamatkan bahtera rumah tangga karena ada gejala isteri hendak nusyuz, tidak lagi bersahabat pada suaminya, hendak menodai ikatan suci pernikahan dianggap tiada beradab? Kapan seorang suami diperbolehkan memukul? Pada isteri macam apa? Syaratnya memukulnya apa saja? Tujuannya apa? Itu semua haruslah diperhatikan dengan seksama.
Memukul seorang isteri jahat tak tahu diri dengan pukulan yang tidak menyakitkan agar ia sadar kembali demi keutuhan rumah tangga, apakah itu tidak jauh lebih mulia daripada membiarkan isteri berbuat seenak nafsunya dan menghancurkan rumah tangga? Ya inilah ajaran Islam dalam mensikapi seorang isteri yang berperilaku tidak terpuji. Islam sangat memuliakan perempuan, bahwa di telapak kaki ibulah surga anak lelaki. Hanya seorang lelaki mulia yang memuliakan wanita. Demikian Islam mengajarkan."
dan sekali lagi... Lakukan semua itu karena Allah, bukan karena Emosi dan Syahwat... Semoga bermanfaat buat sahabatku yang sudah berumah tangga dan yang belum tentunya untuk bekal kita kelak, saat dia telah hadir dalam kehidupan kita.. Aaamiin..
-----------------------------------
67 Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Nasai dan Ibnu Majah.
68 Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Hibban.
69 Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya.
kalo ada yang sala atau kurang tepat mohon masukannya.. segala kebaikan datangnya hannya Dari Allah SWT, dan segala kekuragan itu murni dari diri saya pribadi.
Sent from my Windows Phone
14.33
|
Labels:
catatan
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kesulitan Selalu Membuat Kami Jauh Lebih Tangguh
.......... Keyakinanlah yang membuat diri ini untuk terus bertahan, menghadapi setiap rintangan, dan terus untuk berjuang . . . terkadang hidup ini terkesan tidak adil, perlu kita tahu, itu semua hanya ada dalam kacamata kita.. tapi sesungguhnya, itulah yang terbaik dan sangat adil untuk kita .. karena Allah SWT. maha tahu.... salam hangat dari saya untuk Anda, semoga Allah mempertemukan kita, Amiin... dan saya yakin itu . .
Popular Posts Today
-
KATA PENGANTAR Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan, dan meminta apapun kepada-Nya. Kami berlindung k...
-
Islam mengajarkan kekerasan dalam berumah tangga... benarkah, alangkah baiknya, kita pelajari dulu, kenapa islam menyuruh suami untuk m...
-
Ketika Islam dikatakan sebagi agama yang kampungan, agama kuno. dan ketika para pemeluk islam menjauhi islam. No way, man! Lalu apa seb...
-
Ibnu Athaillah, berkata : la yukhriju asy syahwata illa khaufun muz'ijun aw syauqun muqliqun! Artinya tidak ada yang bisa mengusi...
-
Sungguh sangat menyeramkan.. para pendeta di Roma sebelum Islam datang, pernah sepakat untuk menganggap perempuan adalah makhluk yang ...
-
Tips Menghilangkan Pesan Windows Is Not Genuine Di Windows 7 Kebetulan yang jadi korban saya sendiri, dan beberapa temen saya.. akhirn...
-
Ya Tuhan hamba-Mu memohon kebaikan hari ini: berkatnya , bantuannya , cahaya dan bimbingan. Kelembutan dingin jantung dan hati h...
-
Abdul Adzim Nabi besar yang berahlaq mulia tidak hanya pandai memanage perutnya dengan banyak berpuasa. Beliau juga mampu mengatur ...
0 comments:
Posting Komentar
Bagaimana tanggapan Anda